Author Info

Thursday, 29 January 2015

Cerita Tentang Boemi Poetra


Boemi Poetra memiliki cita-cita kehidupan berbangsa dan memiliki dasar berbangsa. Dan sekarang, dialah pemilik daripada bangsa. Boemi Poetra itu bahasa sansekerta, Boemi dan Poetra. Artinya anak tanah, Wikipedia mengatakan anak tanah itu adalah pribumi. Apa yang dimiliki oleh boemi poetra, yang dimiliki oleh boemi poetra itu budayanya. Budaya juga berasal dari sansekerta, Wikipedia juga mengatakan budi dan daya artinya budipekerti.
-Abangda Tengku Zainuddin-

Kutipan yang saya tulis di awal tulisan ini adalah pendapat abangda Tengku Zainuddin yang merupakan bagian dari cakap-cakap ringan kami di sebuah warung kopi selepas menggelar Deklarasi Gerakan Boemi Poetra hari minggu lalu. video obrolan tentang Boemi poetra

Deklarasi ini sendiri digelar dengan amat sederhana namun cukup khitmad menurut saya. Apalagi ada sesi pembacaan puisi oleh Bang Tedja purnama yang membuat pendengarnya kembali merenung apa sebenarnya makna berbangsa dan bertanah air? Apa sekedar tinggal dan bermukin di bumi Indonesia? Lantas setelah disebut berbangsa dan bernegara, lalu kita boleh seenak-enaknya mengeruk keuntungan tanpa memikirkan pihak-pihak lain? Lantas siapa yang pantas disebut bumi putra?

Saya juga sebenarnya masih awan sekali dengan isu seperti ini, namun saya harus jujur bahwa hal ini cukup menarik untuk didiskusikan. Dari apa yang saya dengar setelah beberapa kali berkumpul dalam diskusi boemi putra, dapat saya simpulkan bahwa gerakan ini adalah gerakan moral yang bertujuan untuk membangkitkan kesadaran untuk bangkit dari keterpurukan. Gerakan boemi poetra maju dengan mengusung kebudayaan sebagai jembatan untuk menghubungkan manusia dengan segala aspek moralnya.

Saya jadi teringat teman-teman dan bahkan saya sendiri yang sangat mengagumi dan menyukai budaya dari Negara lain. Di sini saya mulai paham kekuatan budaya yang mengakar dalam diri lambat laun akan menggerakkan dan mempengaruhi orang lain secara sadar ataupun tidak.

Pada kesempatan yang lain Boemi Poetra memutuskan untuk menggelar sebuah forum diskusi untuk membahas salah satu permasalah yang menjadi rahasia umum bagi hampir seluruh masyarakat negeri ini, lahan bakau yang dialihfungsikan tanpa izin menjadi perkebunan sawit. FGD ini bertajuk Budaya Berburu madu yang hilang.

Semoga kedepannya kegiatan seperti ini lebih sering dilakukan. Salam Boemi poetra, Salam Perubahan...

Share:

0 comments:

Post a comment

Ad Banner

BTemplates.com

Powered by Blogger.

Sample Text

Text Widget

Contact Form

Name

Email *

Message *

Followers

Search This Blog

Video Of Day

Get to know me

About Us

Navigation-Menus (Do Not Edit Here!)

Newsletter

Subscribe Our Newsletter

Enter your email address below to subscribe to our newsletter.

Like This Theme

Flicker

Pages

Pages - Menu

Popular Posts

Popular Posts