Author Info

Monday, 11 May 2015

Menikmati Senja yang Tenang di Pulau Salah Nama


Tulisan ini bukan berdasarkan pengalaman saya, tapi pengalaman seorang teman 
yang baru-baru ini mengunjungi salah satu pulau di daerah batubara. 
Saya paling tertarik dengan nama si pulau ‘salah nama’.

Menurut teman saya, kalau berangkat dari bandara kualanamu hanya sekitar 2,5 jam menuju kabupaten batubara. Nah dari pelabuhan yang ada di Batubara inilah teman-teman saya bertolak sekitar 3 jam menggunakan speedboad.

Biaya speedboatnya lumayan mahal, 4 juta sekali jalan. Nah disarankan kalau mau ke pulau 
salah nama, sebaiknya rame-rame biar bisa patungan ongkos transportasinya. 
Tapi untuk alternative transportasi, bisa juga menggunakan sampan ukuran 
sedang yang biasa digunakan nelayan. Nah kalau menggunakan sampan biasanya lebih murah,
 tapi lebih lama sampai.

Pulau Salah Nama itu lumayan kecil ukurannya, tidak sebesar pulau berhala atau pulau pandan. Tapi pemandangan yang ditawarkan tidak kalah menarik. Air nya sangat jernih dan cocok untuk snorkeling bagi pemula.

Fasilitas yang disediakan juga cukup lengkap. Ada penginapan dengan 16 kamar yang 
hanya dibandrol 300 ribu per kamar untuk satu malam. Untuk rombongan yang sudah 
membawa bekal sembako dan ingin memasak sendiri, disediakan juga 
sebuah dapur untuk pengunjung. Sedangkan dibagian belakang penginapan terdapat sebuah klinik untuk pertolongan pertama jika ada yang terluka/cedera saat berwisata.

Meskipun Pulau Salah Nama ini relative kecil ukurannya, namun sangat cocok 
untuk penulis yang ingin mencari ketenangan dan inspirasi. Karena perpaduan langit biru, 
laut yang jernih dan bebatuan yang mencuat dipinggir pantai akan memudahkan penulis untuk menciptakan ide-ide yang menarik.


Nggak percaya? Coba aja liat rekaman video yang saya unggah sebelum memutuskan 
untuk menjadikan tempat ini destinasi liburan kamu berikutnya.
Share:

Menikmati pari panggang dengan nuansa pedesaan di Lesehan bambu



Saat saya dan kawan-kawan sampai di gerai restoran lesehan bambu, saya agak-agak pangling dengan dekorasi restoran yang full of bambu. Alasannya, resto ini terletak di dalam sebuah
 pusat perbelanjaan (carefour) dan posisinya ada di lantai dua. 
Di tengah nuansa modern minimalis itu, lesehan bambu berani memberikan nuansa 
yang berbeda dengan gaya tradisonal.


Nyatanya konsep yang unik ini tidak serta-merta diizinkan oleh pihak gedung 
namun karena ingin total dalam memberikan kenyamanan bagi pelanggan, 
lesehan bambu tetap mempertahankan konsep awal untuk disain interior mereka yang menurut saya sangat oke dan merupakan pilihan yang tepat.

Menu yang ditawarkan resto ini didominasi oleh seafood namun divariasikan dengan berbagai resep andalan. Kali ini saya dan teman-teman mencoba mencicipi pari panggang, gurame panggang dan gurame goreng, cumi bakar, sup ikan dan terong saus tiram.


Rata-rata ikan panggang (pari/gurame) diolah menggunakan bumbum yang dilumuri 
sebelum dipanggang. Saya merasakan aroma kunyit yang dominan dan meninggalkan rasa khas di lidah. Untuk para penggemar seafood yang lebih suka tekstur daging yang rare 
(setengah matang) sebaiknya mencoba ikan-ikan yang dipanggang karena 
rasa ikan segar yang manis berpadu dengan bumbu dengan sangat pas. Namun bagi penggemar ikan yang dimasak garing dapat mencoba gurame goreng yang crispy. 
Keduanya dibandrol dengan harga 58 ribu per ekor.


Bagi pencinta sup, saya merekomendasikan sup ikan yang segar dan gurih. Ikan yang digunakan untuk menu ini adalah ikan tenggiri. Sup ikan ini hanya dibandrol 30 ribu saja satu porsi. Harga yang cukup murah karena di dalam sup terdapat beberapa potong ikan yang sangat gurih dan empuk.


Tapi yang paling menarik minat saya adalah terong saus tiram. Tidak seperti menu terong pada umumnya yang hanya digoreng sebelum ditumis, terong saus tiram ini dipotong tipis dan digoreng menggunakan tepung sehingga tercipta tekstur yang crunchy. Saat ditumis pun dicampurkan beberapa potong daun pandan yang menciptakan aroma yang menggoda selera.  Terong saus tiram ini hanya dibandrol 21 ribu saja per porsi.



Untuk minuman, saya mencoba jus sawi nenas yang sangat cocok diminum setelah menikmati 
aneka hidangan yang serba ikan. Lesehan bambu ini sangat cocok dijadikan alternative pilihan untuk bersantap bersama keluarga. Namun jangan khawatir, untuk pelanggan yang datang sendiri, 
lesehan bambu menyediakan paket hemat yang terdiri dari nasi putih, 
sayur urap komplit, sambal terasi dan sambal kecap serta pari/ayam panggang/goreng 
yang hanya dibandrol dengan harga 24 ribu satu porsi. 
Share:

Sensasi Segar, Roti Goreng ala Bg Do


Biasanya kalau ke Garasi Rumah Kopi Gayo, saya langsung pesen badak susu dingin 
karna di café lain jarang ada minuman model begini ini. Tapi berhubung masih kenyang dan nggak bermaksud ngongkrong lama-lama, saya akhirnya cuma plengak-plengok nungguin bang tedy ngapload video untuk akun youtube barunya video psikologi snap-snep show *ngiklandikit*

Nah lagi bengong-bengong itulah Bg Ridho aka Bg Do nawarin menu baru café 
yang katanya hasil kreasi terbaru chef Ridho Golap. Nah lho, saya kan jadi penasaran. Saya pun exited menunggu si menu baru, harap-harap cemas juga sebenarnya *wink*

Respon saya saat pandangan pertama “Widih, ini makanan genit bingit..” 
dengan tampilan roti yang anget-anget garing dengan warna coklat keemasan dan isi yang ceria berbagai warna. Tapi berbagai warna yang saya maksud bukan karena pewarna ya, tapi karna campuran sayuran yang variatif.

Isi si roti goreng benar-benar centil dan bikin kita pengen cepat-cepat nyicipin. 
Gimana nggak, di dalamnya ada campuran kubis ungu, baby tomato 
yang merah merona, sweet corn yang ngasi variasi warna kuning, kacang merah dengan 
warna coklat tua dan selada dengan warna hijau segarnya.

Nah lho, rasa nya gimana donk? Apa nggak campur aduk? Itu dia, karna isi roti gorengnya didominasi sama sayuran, rasanya saat masuk dimulut bener-bener ngeblend. 
Kalau menurut saya, meskipun menu ini terbuat dari roti, tapi nggak terlalu enek 
karena ada isian sayurnya. Kombinasi antara kacang merah yang dominan, sweet corn dan saus lemon yang segar bener-bener bikin ketagihan.

Yang paling saya suka, roti goreng ini hanya mengandalkan rasa asin dari bakaran roti yang menggunakan margarine dan keju cheddar, ini membuat rasa sayuran menjadi dominan. 
Kalau menurut saya, menu ini paling cocok buat cewek karna kita nggak perlu takut 
gemuk meski makan banyak.


So, udah tau kan destinasi berikutnya buat nongkrong? 
Yupp, Garasi Rumah Kopi Gayo di jalan halat, trus jangan lupa pesen Roti Goreng ala Bg Do 
yang yummy itu dan buktiin sendiri enaknya…….. 
Share:

I AM HERE


Setelah hiatus (again) berbulan-bulan karena kesal dengan jaringan internet dan komputer 
yang suka ngadat. Akhirnya saya memutuskan kembali. 

Ternyata setelah diperhatikan, blog saya ini agak-agak absurd isinya. 
Terlalu variatif dan bikin bingung. Karena alasan itu, akhirnya saya menghapus beberapa 
postingan yang menurut saya kurang relevan dan mulai sekarang saya mau fokus aja ke beberapa
postingan khusus.

Untuk blog kamar ke dua ini saya cuma akan posting tentang 
icip-icip (makanan), melalak (jalan-jalan), ngobrolin karya (ngebahas karya apa aja musik, buku sama film) dan ngalorngidul (curhatan absurd saya tentang apa aja)

Nah, buat postingan jualan dan handmade tutorial, saya udah bikin blog tersendiri
I&U PROJECT, di blog ini saya dan beberapa teman akan berbagi tutorial bikin produk 
handmade dan sekalian jualan juga. Oh ya sekalian promo blog kawan NAZOKAGI

Okeh, itu aja deh buat prolog comeback saya *sok penting ya kan?* :D



Share:

Ad Banner

BTemplates.com

Powered by Blogger.

Sample Text

Text Widget

Contact Form

Name

Email *

Message *

Followers

Search This Blog

Video Of Day

Get to know me

About Us

Navigation-Menus (Do Not Edit Here!)

Newsletter

Subscribe Our Newsletter

Enter your email address below to subscribe to our newsletter.

Like This Theme

Flicker

Pages

Pages - Menu

Popular Posts

Popular Posts