Author Info

Tuesday, 27 October 2015

MY 2nd Novel at Wattpad - COOKING SKANDAL



Danu tersenyum dan menggeleng-gelegkan kepala karena tidak habis pikir dengan  karakter Rena yang ajaib. Dia pernah bertemu dengan wanita yang angkuh, sombong, terlalu peraya diri, egois, mandiri bahkan nekat. Wanita-wanita itu langsung menolak perjodohan saat Danu mengatakan bahwa dia menginginkan pasangan yang menyukai makanan, mereka terlalu takut mempertaruhkan tubuh mereka yang indah. Ada juga wanita-wanita yang menampakkan ketertarikan pada Danu, namun alih-alih mencoba menyukai makanan, mereka malah menggoda sang Chef dengan berbagai cara.

Namun wanita yang seperti Rena, baru sekali ini ditemuinya. Wanita yang agak naïf, lumayan manja, cenderung kurang pertimbangan dan tidak mau menerima kekalahan namun tidak sungguh-sungguh dalam berbuat. Danu yakin, wanita model Rena ini adalah yang paling berbahaya.

ON GOING PROJECT

PART I - ABOUT HIM AND HER
PART 2 - FIRST IMPRESSION 


Share:

MY NO 1 NOVEL in Wattpad - PERHAPS



Tapi hari ini wanita itu terlihat jauh lebih menyedihkan daripada hari-hari sebelumnya. 
Ujung bajunya meneteskan air hingga membentuk genangan kecil di antara kaki kursi dan sepatunya. 
Hari ini, sepatu yang dikenakannya pun tetap putih, 
hanya saja lumpur telah merubah warnanya menjadi coklat terang. 
Meski begitu, wanita itu tidak terlihat kedinginan, 
 ekspresi yang tergambar di wajahnya tetap tenang, datar, kosong.

ON GOING NOVEL

PART I - CAMELLIA SINENSIS
PART II - PARAGUAY MATE 
Share:

Atasi cacingan ala Lightning


Sekarang keluargaku sedang milihara seekor kucing kecil nama panggungnya Lightning. 
Halah udah macam artis aja kelakuannya ya..

Nah, beberapa hari menjelang lebaran haji kemarin, ada tetangga yang nawarin kucing anggoranya buat kami jaga. Buat nemenin si light katanya, karena umurnya juga masih dua bulanan gitu. Si emak yang emang kepingin punya kucing angora langsung setuju, dan di boyonglah kucing berbulu tebal dengan ciri khas hidung peseknya itu.

Tapi enggak lama, karena tepat lima hari setelah dititipkan, si kucing pesek kembali berpindah tangan. (entar cerita kenapa si kucing akhirnya kami hibahkan ke kakak sepupu, bakalan aku tulis di page berikutnya yah).
Tapi kedatangan kucing angora itu udah berpengaruh buruk buat si light. Awalnya dia agak merajuk gitu, enggak mau makan. Kami asumsikan  begitu karena pernah kedapatan, si kucing angora mencuri makanan dari piring light dan mengabaikan piringnya sendiri.

Hari kedua, si light masih enggak nafsu makan, aku mulai cemas donk. Berdua dengan si mamak, kami memutuskan untuk menyuapi light dengan susu. Dan beberapa jam kemudian, Light muntah saudara-saudara. Tambah bingung lah kita sekeluarga.

Light yang awalnya masih pecicilan meski enggak selera makan, mulai lesu dan pingin tidur melulu. Aku mulai searching di situs-situs cat lover buat nanyain kondisi si kucing. Jawabannya macem-macem dan kebanyakan nyuruh bawa Light ke dokter hewan.

Berhubung udah hopeless, aku mencoba untuk menghubungi salah satu dokter yang paling banyak direkomendasikan. Dan si dokter bilang, Light musti diinfus dan biayanya empat ratus ribu. Tambah stress lah saya  mendengar biayanya yang segitu mahal.

Setelah diskusi dengan si mamak, kami mutusin buat beli vitamin penambah nafsu makan buat Light. Vitamin yang direkomendasiin para pecinta cat lover becombion anak yang mengandung vitamin B. Tapi di apotik lagi abis, jadi aku ganti dengan curcuma plus rasa strawberry.

Di jalan menuju rumah, aku kan masih terus googling tentang penyakit kucing buat ngebandingin gejalanya. Nah saat itulah aku ngerasa kalau gejala kucing cacingangan mirip dengan yang terjadi dengan Light. Awalnya enggak nafsu makan, lantas diare, kalau makan muntah dan terakhir karena lemas, jadi tidur melulu.
Perlu diingat kalau kucing atau anjing sakit, coba periksa kuping dang bola matanya. Kalau kupingnya tidak beraroma bau sedangkan hudungnya tidak berair dan matanya tidak pucat, bisa jadi kucingnya bukan sakit yang aneh-aneh, tapi pencernaannya diserang cacing.

Dan aku tiba-tiba ingat kalau kucing angora yang dikasi ke kami itu berkutu dan cacing bisa dijangkiti melalui kutu dan kotoran tikus. Aku langsung cari tau obat cacing paling cocok buat kucing, dan bayak yang rekomendasiin combantrin.

Setelah sampe rumah, light langsung disuapin susu dan dicekoki combantrin (tapi perlu diingat ya, combantrinnya dikit aja, seperempat sendok teh) dan jangan lupa siapin cairan infuse yang bisa diminum buat anak (ini yang nyaranin dokter Ari Rhamadan, tempat prakteknya namanya mam’s clinic II yang di jalan karya wisata, kompleks J. Serius, dokternya baik dan enggak jutekin. Recommended lah)

Kenapa siapi cairan infuse? Karena reaksi obat cacing itu bakalan bikin diare dan muntah, jangan kaget karena cacingnya bakal keluar melalui itu. Tiap kucingnya muntah, suapi cairan infuse aja supaya carian ditubuhnya terganti. Dan obat cacingnya cukup dikasi sekali karena obat cacing itu termasuk obat keras.
Alhamdullihah, setelah dikasi obat cacing dan cairan infuse, Light mulai semangat dan besok paginya mulai mau makan. Tapi makannya masih dikit, jadi musti sering-sering disodorin makanannya. Tapi setelah cacing di perutnya keluar semua, dia malah makannya jadi tambah rakus.       
Share:

We can call him everything






Beberapa bulan yang lalu, ada kucingku yang minggat tanpa alasan. Jadi ceritanya, dia pergi main tapi nggak pulang-pulang. Awalnya cuma nggak pulang dua hari, terus seminggu, eh tau-tau nya uudah nggak balik-balik lagi. Udah dicariin ke-mana-mana tapi nggak ketemu. Yah, mau gimana lagi, meskipun sedih  kita ya pasrah aja lah.

Nah, Sebulan setelah itu, kita kedatangan tamu tak diundang, kucing kecil masih bayi umur sebulanan gitu. Aku enggak tau cerita pastinya sih, karena lagi di kos. Kata si emak, itu kucing kecebut got yang ada di depan rumah. Terus di bersihin sama dek ku si Azmi.

Awalnya itu kucing kita taruh di teras rumah karena si bapak enggak gitu suka sama kucing. Tapi pas malam, malah si bapak yang nyuruh itu kucing di masukkin ke dalam rumah. Nah setelah itu, malah si kecil cebol itu malah manjanya nggak ketulungan sama si bapak.

Yang jadi permasalah, ini anak kucing kan belum dikasi nama. Dan seisi rumah pengen menyumbangkan nama. Jadilah si cebol ini punya nama beda-beda. Kalau si mamak manggilnya Dolpin, diambil dari kata adopsi, alesannya karena tu kucing diadopsi sama keluarga kami. Kalau si Bapak manggilnya Atim, diambil dari kata Yatim, katanya sih karena emak si kucing enggak tau keberadaan. Kalau si Azmi manggilnya cebol alias boncel karena kaki si kucing pendek-pendek sedangkan perutnya gendut, jadi kalau jalan suka keliatan lucu. Kalau aku manggil ‘ganteng’.

Eh tapi setelah diperhatikan, si ganteng ini punya ciri khas di tubuhnya. Ekornya nya panjang lurus gitu, tapi di ujungnya bengkok dan jadi keliatan seperti kilat. Di punggung badannya juga, bulunya membentuk pola seperti kilat gitu. Setelah menyadari itu, aku kepikiran untuk ganti namanya jadi lightning alias sambaran kilat. Lagi pula si kecil ini kalau udah lari, kencengnya udah mirip petir. Halah…

Nah lho, beneran kan, si kucing kecil bisa dipanggil apa aja. Diantara kamu yang baca tulisan ini, apa ada yang berminat buat nambahin nama?
Share:

Ad Banner

BTemplates.com

Powered by Blogger.

Sample Text

Text Widget

Contact Form

Name

Email *

Message *

Followers

Search This Blog

Video Of Day

Get to know me

About Us

Navigation-Menus (Do Not Edit Here!)

Newsletter

Subscribe Our Newsletter

Enter your email address below to subscribe to our newsletter.

Like This Theme

Flicker

Pages

Pages - Menu

Popular Posts

Popular Posts