Author Info

Friday, 27 May 2016

1000 Hari Pertama Kehidupan

Belakangan ini saya jadi agak heran, setiap kali ngumpul sama teman dan terlibat dalam obrolan, sering kali obrolan kami selalu bermuara pada satu buah pertanyaan “Kenapa anak-anak zaman sekarang beda kali sama anak-anak zaman kita ya?”

Beda yang saya maksud disini maknanya luas ya, bisa jadi sifat dan ketahanan fisik dan mentalnya. Nah, kalau pertanyaannya begini, saya cuma bisa nyengir aja, mau gimana lagi lah saya juga belum nikah apalagi punya pengalaman ngurusin bocah.

Sampai akhirnya sepekan yang lalu saya dapat penugasan dari kantor buat ikutan sosialisasi seribu hari kehidupan yang diselenggarakan oleh Dinas Provinsi Sumatera Utara. Saat liat undangannya saya langsung tahu kalau sosialisasinya bakalan nggak jauh-jauh di seputaran bayi dan gizi. Agak-agak speechless sih, karena staff di tempat kami yang statusnya perempuan kan bukan cuma saya, ini apaannn??? Apa saya disuruh cepetan nikah? *eh..*

Singkat cerita, saya sampailah di tempat sosialisasi dan ternyata seperti biasa acaranya ngaret donk. Untuk mengisi waktu kosong, peserta yang sudah hadir dipersilahkan menonton cuplikan video yang menggambarkan perkembangan bayi di dalam kandungan (mulai dari embrio sampai membentuk janin). Ngeliat video ini saya jadi ingat emak di rumah dan mulailah saya bermellow ria. Untung aja acaranya segera dimulai, kalau nggak kan lucu aja tiba-tiba saya mewek tanpa alasan jelas.

Overall sosialisasinya sangat mengedukasi dan nggak terlalu bikin boring. Dari sosialisasi ini saya jadi paham kalau masa pertumbuhan anak yang paling penting adalah di 1000 hari kehidupannya. 1000 hari itu diukur sejak anak masih di dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun. Dan ternyata, jika anak mengalami kekurangan gizi di masa 1000 hari kehidupannya maka akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan otak dan fisik anak.

Nggak percaya? Awalnya saya juga, tapi ternyata Jepang sudah lebih dahulu menganalisis hal ini dan merubah pola gizi terhadap bayi. Dan hasilnya? Dulu itu penduduk Jepang terkenal pendek, namun sekarang pola itu sudah berubah. Jika kawan – kawan ada yang memutuskan untuk berwisata ke Jepang, pasti kawan-kawan juga akan mengakui kalau penduduk Jepang terutama remajanya sudah lebih jangkung dan proporsional.

Salah satu yang paling berpengaruh adalah pemberian asi eksklusif untuk mencegah gizi buruk pada anak (stunting). Pola pemberian makanan tambahan juga sangat berpengaruh. Kalau biasanya ibu-ibu pengen yang praktis dan memberi makanan kemasan yang tinggal siram air panas aja, nah ternyata ibu-ibu model begini sangat perlu diberi pencerahan. Ternyata itu, yang paling baik adalah sayur-sayuran yang dihaluskan dan jangan memberi makanan tambahan dengan diselingi air putih. Begitupun makanan tambahan ini sebaiknya diberikan setelah pemberian asi eksklusif selama enam bulan.

Nah penjelasan tentang gizi dan pemberian dan dukungan terhadap ibu yang memberikan asi eksklusif ini akan saya jelaskan di post berikutnya ya. Udah malam juga dan saya mau weekend dulu donk :D
Share:

6 Restoran Korea Paling Populer di Medan

Sebenarnya saya sudah lama kepingin posting tentang makanan korea, tapi selalu nggak jadi. Alasannya macem-macem, mulai dari males sampai menumpuknya pekerjaan. Sebenernya saya juga bukan maniak makanan korea sih, maniak dramanya sih iya, hehehee....

Ada 6 restoran korea yang saya tau masih eksis di medan, tapi nggak semua pernah saya kunjungi karena nggak semuanya halal. Nah buat pembaca yang pengen nyobain sensasi makan Bibimbap, Kimchi dan Toppokki, silahkan lanjut baca aja ya....

1. Zing Do (Halal)
Kalau menurut saya, Zing Do ini restoran korea paling terkenal di Medan. Kenapa? Mungkin karena harganya relatif terjangkau dan halal. Saya sudah beberapa kali berniat mampir ke resto satu ini, tapi karena letaknya agak sulit saya jangkau, jadi males kalau sendirian. 

Makanan yang paling direkomendasiin sama temen-temen blogger adalah BAP Chicken Bulgogi, kata yang review sih enak banget dan pedesnya nendang. Trus saya pernah liat foto tampilan Bibimbap yang direview temen, dari fotonya sih kurang meyakinkan karena sayurannya kurang variatif dan agak benyek (mungkin karena sayur sdah direbus), tapi menurut mereka rasanya sih oke. Kalau dari segi harga, seperti yang sudah saya bilang, lumayan lah. nggak mahal-mahal baget. Seafood Kimchi Udon aja cuma 38 ribuan.

Nah, yang kepingin makan di sini silahkan aja dateng ke Sun Plaza, lantai 4 (Jl. H. Zianul Arifin No. 7, Medan) Zing Do buka mulai jam 10 pagi sampai jam 10 malem. 

Sun Plaza Lt. 4-A26, Medan
Sun Plaza Lt. 4-A26, Medan
2. Daebak (Halal)
Nah, kalau ke restoran yang satu ini saya pernah. Daebak juga salah satu ikon restoran korea di Medan. Karena saya pernah nyicipin, saya bisa jamin kalau rasa masakannya enak. Memang saya nggak bisa bilang kalau cita rasanya autentik karena saya belum pernah ke korea, tapi toppokkinya bener-bener bikin saya ketagihan.

Tapi Daebak ini lumaya mahal harga makanannya, untuk set menu aja perlu merogoh kocek 150 ribu, tapi side dishnya memang banyak banget, bisalah untuk dimakan bertiga. Sedangkan Toppokki kesukaan saya harganya 80 ribuan, dan PPN juga agak lebih tinggi dibandingin tempat lain. Oh ya, saya saranin untuk bareng temen kalau mau makan di Daebak. Kenapa? Ya karena harganya lumayan mahal dan porsinya juga lumayan gede. Tapi dijamin nggak bakalan nyesel deh..

Alamat Deabak itu di kompleks ruku Jati Junction di jalan Timor, Medan. Daebak tiap hari buka sih tapi ati-ati, karena Daebak ini agak-agak unik, buka dari jam 11 pagi sampe jam 3 sore, nah baru buka lagi mulai 6 sore sampe jam 10 malam.

Ini baru sebagian side dishnya aja lho... hemmm. Kebayangkan? nggak mungkin habis kalau makan sendiri.
3. Kimchi Table (Non Halal)
Saat melihat foto review salah seorang blogger, saya langsung kepingin nyoba makan di tempat ini karena tempatnya lumayan menarik. Namun keinginan itu sepertinya harus kandas karena Kimchi Table menyajikan pork, pastinya nggak halal donk ya.

Tapi buat temen-temen yang nggak masalah menyantap si pork ini, ya monggo aja mampir. Menurut review nih ya, makannya sih enak tapi ternyata agak kurang di fasilitas. Nah ceritanya kan kalau restoran korea itu idientik dengan segala sesuatu yang di grill, nah ternyata si kimchi table ini ventilasinya kurang oke, berseliweranlah si asap grill itu ke seantero ruangan. Oh ya, buat side dish sih kayaknya kurang variatif ya dan porsinya agak dikit, nggak tau juga itu side dish bisa di refill atau nggak.

Yang minat bisa langsung samperin aja restonya di Jln. Haji Misbah No.53-54 komp. Multatuli Medan yah. Jam bukanya mulai setengan 11 siang sampe jam 3 siang, lalu buka lagi jam setengah enam sore sampe jam 10 malam ya.

4. Angry Korean BBQ (Non Halal)
Angry korean BBQ juga salah satu restoran korea yang nggak halal ya dan yang mereviewnya belum banyak (tapi yang kasi komen di review itu banyak.. hhehehehe...). Menurut salah satu review blog yang bisa saya percaya sih rasanya lumayan ya, kalau harga relatif lah namanya juga menu daging-dagingan. 

Tapi Berdasarnya komentar kawan-kawan yang pernah nyoba makan di tempat ini, katanya sih servisnya kurang baik. Dan lagi-lagi asap grill membuat pengunjung agak-agak kurang nyaman ya. Perkara menu, mungkin tidak sevariatif restoran korea lain, karena kan jualan utamanya emang BBQ kan ya..

Buat yang kepingin ngerasain ngegrill makanan seperti di drama-drama korea, langsung aja ya ke jalan Airlangga no 11E (Tel: 061-4523099). Tapi inget, resto ini nggak halal ya karena menyediakan pork juga.

5. K-Pot (Non Halal)
Lagi-lagi resto koreanya nggak halal, padahal desain tempatnya sungguh sangat eye catching sekali. Perpaduan antara warna merah dan nuansa furniture yang sangat korea jadi bikin nyaman mata. Tapi tempatnya agak kecil, jadi agak kurang nyaman kalau pengunjungnya udah mulai rame.

Berhubung K-Pot ini nggak halal, jadi ya review di sini bukan berdasarkan pengalam pribadi saya ya. Menurut temen-temen blogger yang ngereview, makanannya sih nggak ngecewain alias fresh dan enak, tapi harganya nggak bisa dibilang murah juga, bayangin aja seporsi Haemul Jjigae harganya nyampe 180 ribu. Memang bisa dinikmati rame-rame sih, tapi ya tetep aja mahal. Side dish di K-Pot juga bisa direfill meski variannya sangat sedikit.

Yang kepingin nyoba makan di tempat ini bisa langsung aja singgah ke Kompleks Multatuli Blok AA no 40 (061-77900011). Tapi harap diinget ya, hari senin restoran ini libur, sedangkan selasa-jumat buka mulai pukul 5 sore sampe jam 10 malem.

6. Seoul Garden (Halal)
Nah, kalau Seoul Garden ini halal dan lokasinya ada di dua tempat. Ada di Sun Plaza dan Center Point. Nah di seoul Garden ini kita bisa pilih menu all u can eat dengan bayar 130 ribu per orang. Mulai dari daging, sayur, saus dan minuman bisa diambil sepuasnya. Tapi awas, kalau kamu nyisain makanan, kamu harus bayar setiap 100 gr makanan senilai 50 ribu.

Nah, udah bisa mutusin kan kemana kamu mau menghabiskan weekend kali ini. Have fun yah.... 
Share:

Thursday, 12 May 2016

Narasi Rangga

Perjalanan selalu membawa saya pada sebuah tanda tanya. Tentang sesuatu yang tidak dapat diungkapkan dengan rangkaian kata-katadan sebuah pertanyaan "Apakah dunia sedemikian kecilnya, dan raga sedemikian hina, hingga segala tempat enggan menerima?" Namun saya mencoba untuk terus melangkah, bahkan saat keempat penjuru mata angin mengkhianati saya. Karena hidup saya, tidak lebih dari potongan sakit hati dan kekecewaan. Dan saya harus tetap kuat, hingga saya bercengkrama sekali lagi dengan kebenaran.
-Rangga versi saya 'Bukan Ada Apa Dengan Cinta'-

Share:

'Bukan' Ada Apa Dengan Cinta

Penggalan cerita dan percakapan yang saya tulis ini bukanlah naskah sekuel AADC 2. Penggalan cerita dan percakapan di bawah ini terlahir karena saya terlalu mencintai sosok Rangga. Anggap saja cerita ini hanya sebuah upaya saya untuk memaafkan Rangga yang saya anggap telah mengecewakan saya di sekuelnya AADC.
-Saya- 

Dalam bayangan saya, Rangga setelah empat belas tahun adalah sosok pria yang hidup dengan menjadi kolumnis pada surat kabar-surat kabar Indonesia. Pandangannya dan tulisanya masih sangat kritis. Dia berpindah dari satu tempat ke tempat lain dan tidak pernah menetap di satu tempat dalam waktu yang lama. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke indonesia.


Pertemuan cinta dan Rangga diawali oleh rasa penasaran Cinta pada salah satu tulisan Rangga yang dimuat di media cetak. Lantas Cinta mencari tahu dan menyadari bahwa Rangga adalah penulisnya dan saat itu Rangga tengah berada di Indonesia. Cinta mencoba mengirim email dan memulai komunikasi, hal-hal sederhanya hanya tentang topic tulisan yang dibuat oleh Rangga.

Namun komunikasi diantara mereka membuat Rangga menyadari sesuatu dan mengirimkan satu buah email dengan hanya satu kata “Cinta?”

Cinta yang menerima email itu terkejut karena mengira bahwa Rangga sudah tahu siapa dirinya. Lantas Cinta membalas dengan email yang tidak kalah singkat “Siapa?”

Lalu Rangga kembali membalas “Cinta bisa berarti banyak hal, namun kamu mengerti bahwa saya mengacu pada seseorang. Kamu tahu, memang Cinta. Seseorang yang saya kenal.”

Tidak ada jawaban. Komunikasi terputus.

Pada sebuah pertemuan lain *yang anggap saja Rangga yang berupaya untuk mencari tahu keberadaan Cinta*, Rangga benar-benar berjumpa dengan cinta. Pada saat itu Rangga sudah tahu bahwa cinta sudah bertunangan.  

Setelah terlibat dalam obrolan tentang masa lalu yang tidak bisa dibilang menyenangkan, Rangga lantas bertanya dengan ekspresi datar,

R: Kamu bertunangan?

C: Hanya karena kamu meminta saya untuk menunggu, Lantas saya harus menunggu?
Rangga diam sesaat lalu memandang mata cinta, 

R: Tidak. 
Lalu jeda sebelum Rangga melanjutkan, 
R: Kamu benar. Yang kamu lakukan sudah benar.

Lalu keduanya berpisah, memilih jalan yang berbeda. Namun setelahnya, Cinta menyadari satu hal, Rangga tengah diadapkan pada satu buah masalah dikarenakan tulisannya yang kritis *anggap saja tulisan itu tentang orang-orang yang dianggap komunis, kan ayahnya rangga dianggap komunis di AADC 1*. Cinta ingin tidak peduli, namun akhirnya dia membantu dengan mengumpulkan banyak artikel terkait yang dibutuhkan. Dan Rangga pada akhirnya menyadari hal itu.

Pada proses penyelesaian masalah itu, Rangga dan Cinta cukup sering bertemu. Pada satu buah kesempatan, Cinta bertanya dengan ekspresi seolah acuh,

C: Kenapa kamu tiba-tiba menghilang dari hidup saya?

Rangga diam, cukup lama berfikir sebelum menjawab,
R: Saat ayah saya meninggal, saya tidak lagi berfikir bahwa saya masih bisa mencintai. Saya yakin saya sudah selesai dengan segala omong kosong tentang cinta.

C: Kenapa tidak kamu katakana alasan itu pada saya? Kamu pengecut, Rangga.

R: Kamu tidak akan menunggu. Tidak ada cinta yang seperti itu. Dan saya benar kan?
C: Wah.. Kamu benar-benar tidak berubah. Kamu bahkan lebih menyebalkan dari yang pernah saya ingat. Kamu bahkan tidak merasa perlu untuk meminta Maaf.
Cinta mengungkapkan kata-kata itu dengan rasa getir namun tersenyum. Karna dia sadar bahwa dia tidak perlu marah untuk sebuah masa lalu yang usang. 

Upaya Rangga dan Cinta untuk mengungkap bahwa tulisan Rangga bukanlah opini propaganda tidak membawa hasil yang memuaskan. Namun Cinta punya koneksi dengan banyak seniman, lantas Cinta mengusulkan untuk membuat sebuah pementasan yang didalamnya ada monolog, narasi, puisi dan musikalisasi yang menyuarakan tulisan-tulisan Rangga. Setidaknya dengan pementasan itu, banyak pihak yang akan mengapresiasi dan mengambil kesimpulan atas tulisan Rangga dengan pandangan yang lebih objektif.

Pementasan berakhir. Semua kembali pada rutinitas masing-masing. Dan Rangga memutuskan untuk kembali pada hidupnya yang lama ‘penikmat perjalanan’. Namun sebelum pergi, Rangga memutuskan untuk menemui Cinta di kantornya.

R: Kamu tahu,cinta akan membuat saya rela meninggalkan segalanya agar bisa hidup bersama seseorang yang menginginkan saya. Apakah menurut kamu, saya benar?

C: Tidak ada alasan untuk tidak setuju

R: Dan seandainya dua belas tahun yang lalu, saya meminta kamu untuk ada di sisi saya. Apa kamu yakin kamu akan bahagia?

C: Kamu gila, tidak ada gunanya menjawabnya sekarang.

R: Jawab saja.

C: Ya, saya akan bahagia (cinta menjawab dengan intonasi menantang)

R: Bahkan jika kamu harus hidup terpisah dari keluarga dan teman-teman kamu?

C: Ya. (Cinta menggantung ucapannya, Lalu denganekspresi datar dia melanjutkan), Tapi saya tidak akan memilihnya. Keluarga dan sahabat punya posisi yang sangat penting dalam hidup saya.

R: Saya tahu. Saya minta maaf, saya ingin kamu tahu alasan saya yang sebenarnya.

Rangga berlalu, pergi. Cinta terpaku ditempatnya.

#Saya punya dua versi untuk ending cerita ini. Versi realistis dan Idealis.
 
#Versi I : Realistis
Dalam sebuah narasi/puisi yang dituturkan oleh Rangga, cuplikan cerita memperlihatkan keadaan yang kembali pada kondisi awal. Cinta bersama keluarga dan teman-temannya berkumpul merayakan pesta pernikahannya. Sedangkan Rangga kembali terlihat berada di tempat asing, menyusuri jalan-jalan membidikkan kamera dan sesekali menulis di buku catatannya.

#Versi II : Idealis
Sebelum Rangga pergi menuju bandara, dia mendatangi pasar buku tempat dulu dia pernah mengajak cinta. Tempat itu sudah sangat berubah. 

Ternyata, setelah Rangga pergi meninggalkan Cinta. Cinta juga memutuskan pergi ke pasar buku yang sama. Mereka bertemu. 
C: Apa yang kamu lakukan di sini?
R: Saya berharap dapat bertemu seseorang.
Cinta tersenyum, Rangga juga.
Share:

Tuesday, 10 May 2016

Ada Apa Dengan Rangga?

Tulisan ini bersifat curhatan pribadi, dan mengandung spoiler. Kalau ada yang belum nonton AADC 2 dan nggak mau spoiler, harap hati-hati saat membaca. Hehehhe....
Awalnya saya berniat memposting tulisan ini dengan judul ‘Menghujat Rangga’, tapi nggak jadi karna setelah saya fikir ulang, saya nggak punya hak juga untuk menghakimi Rangga seekstrim itu. 

Lantas kenapa saya harus marah pada rangga atau lebih tepatnya bertanya dengan ekspresi kesal “Ada Apa Dengan Rangga?” 

Mungkin saya bukan orang yang menonton AADC 1 di bioskop dan merasakan euphoria cintanya Cinta dan Rangga yang menggebu-gebu saat itu. Saya menonton AADC bertahun kemudian dan hanya menikmati chemistry mereka lewat layar televisi di salah satu stasiun TV swasta. Namun itu sudah cukup, cukup membuat saya kepengin punya pacar seperti Rangga *Eaaakk….*

AADC sebenarnya punya formula kisah cinta remaja yang biasa-biasa aja, konsep ceritanya nggak terlalu nyeleneh tapi saya harus mengakui bahwa chemistry dan penjiwaan tiap karekternya sangat oke. Lantas apa yang membuat AADC sedemikian membuat banyak orang penasaran dan memastikan sekuelnya sukses bahkan sebelum dirilis?

Saya tidak punya rumusan apa-apa dan tidak melakukan penelitian apapun untuk menjawabnya. Jawaban saya murni pendapat subjektif, tapi saya yakin banyak juga yang setuju *narsismodeon*. Menurut saya, yang membuat AADC layak ditunggu adalah moment pertemuan kembali antara Rangga dan Cinta setelah 14 tahun itu.

Rangga dan Cinta memulai perasaan mereka saat masih remaja, lalu mereka berpisah dan akhirnya bertemu kembali. Pada proses pertemuan yang mamakan waktu hingga 14 tahun, akan banyak sekali yang berubah. Karakter mereka yang lebih matang, orang-orang di sekitar mereka, cara mereka bersikap dan mengambil keputusan, mereka akan berubah menjadi Cinta dan Rangga yang lebih kompleks. Namun tetap ada karakter unik yang membuat orang lain menyadari bahwa mereka adalah individu yang sama.

Dan itulah yang membuat saya kecewa ketika menonton AADC 2, saya tidak melihat Rangga dan Cinta sebagai individu yang sama. Pada awal cerita, saya dipertemukan kembali dengan sosok Rangga yang puitis, seseorang yang sendirian dan kesepian. Lantas saya juga dihadapkan kembali pada genk cinta, pada saat itu semua masih baik-baik saja.

Lalu pada akhirnya, Cinta dan Rangga akhirnya kembali bertemu dan saya mulai bertanya-tanya “Dimana gregetnya?” “Kenapa pertemuannya sedater ini?” Lantas cerita bergulir dan pelan-pelan Rangga mulai mengecewakan saya. 

Kenapa?

Karna saya kehilangan sosok rangga yang saya kenal. Rangga tidak lagi misterius, tidak lagi kalem dan cuek. Menurut saya, Rangga di AADC 2 menjadi sosok yang terlalu perhatian dan menyenangkan, sedangkan Rangga yang membuat saya penasaran adalah Rangga yang jika memberi perhatian terlihat canggung, Rangga yang punya banyak cinta tapi selalu salah mengungkapkan rasa sayangnya dan malah terkesan sinis dan membuat cinta jadi kesal. 

Oke, over all AADC 2 sebenarnya lumayan oke andai saja saya tidak berekspektasi terlalu tingga. Sebenarnya Nicolas Syahputra dan Dian Sastro juga bermain dengan apik. Tapi tetap saja, yang namanya sekuel, pasti penikmatnya punya gambaran sendiri tentang jalan cerita yang mungkin terjadi. Dan karena terlalu tidak rela dengan jalan cerita Cinta-Rangga di AADC 2, maka saya mencoba membuat versi saya sediri agar tidak termimpi-mimpi sangkin tidak relanya dengan karakter rangga di AADC2 *maksamodeon*. Hahahaha... (AADC versi saya)

Omong-omong, kalau ada yang udah nonton AADC 2 dan pengen sharing pengalaman dan perasaan boleh lah share di komen ya... Mana tau ada yang sependapat dengan saya, atau malah sebaliknya... hehehe....
Share:

Bebaskan Anak Eksplorasi Diri di Dancow Excelnutri+ Explore The World

We may not be able to prepare the future for our childrend, but we can at least prepare our children for the future.
-Fraklin D. Rosevelt-

Sebagian aktivitas yang bisa diikui anak anak, (bawah) gatenya Dancow Explore The World
Kata-kata yang saya letakkan diawal tulisan ini begitu membekas di benak saya, dan saya memperolehnya saat menghadiri pembukaan Nestle Dancow Excelnutri+ Explore The World di Atrium Plaza Millenium Medan sepekan yang lalu. Acara berlangsung sangat meriah dan anak-anak terlihat sangat antusias menikmati 4 keragaman dunia yang diwujudkan dalam area seluas 595 m2.
Pada kesempatan itu, Ibu Ratih Ibrahim, seorang psikolog yang juga merupakan pendiri joy parenting mengungkapkan pentingnya peran orang tua bagi tumbuh kembang anak, Beliau menjelaskan bahwa pada usia satu tahun, anak sudah bukan lagi bayi, sehingga anak sudah mulai mengalami pertumbuhan otak yang sangat pesat. Pada usia satu tahun ke atas, anak juga mulai aktif bermain, bereksplorasi, dan banyak bertanya.
Bocah-bocah keliatan gembira kan ya?? Saya sebenernya kepengen naik kuda juga ;(
Pada saat anak ditahap paling aktif ini, ayah dan bunda sebaiknya menstimulus tumbuh kembang anak. Ibu Ratih Ibrahim menegaskan bahwa pengawasan diperlukan, namun tidak boleh mengekang keingintahuan anak. Karena saat anak bermain, sebenarnya anak tengah bereksplorasi dan hal seperti ini sangat penting untuk melatih saraf sensorik dan motorik mereka, anak juga akan berlatih berkomunikasi dengan baik, sosio-emosional mereka juga akan terbangun. Anak juga akan mulai belajar untuk mandiri dan bertindak kreatif.
Selain itu, Nutrisi yang baik juga sangat dibutuhkan bagi anak, Seperti yang disampaikan oleh Ibu sari Sunda Bulan selaku Direktur PT. NAFAS Nutri Sejahtera, anak yang cerdas dan aktif bermain akan mudah diserang berbagai bakteri dan virus penyakit, oleh sebab itu bunda dan ayah harus memberi asupan protein dan gizi yang maksimal agar mampun menjaga dan meningkatkan kekebalan tubuh anak.
Akhirnya bisa ketemu Rio from Brazil, Full of colour banget... cute banget....
Salah satu asupan gizi yang penting bagi anak adalah susu. Namun perlu diperhatikan bahwa tidak semua susu cocok bagi pencernaan anak, satu diantara susu yang disarankan untuk perkembangan tubuh dan otak anak adalah Nestle Dancow Excelnutri+, karena Dancow memberi perlindungan maksimal bagi anak yang tidak bayi lagi.
Pada program Nestle Dancow Excelnutri+ Explore The World, anak-anak dibebaskan bereksplorasi dan menemukan pengalaman baru dengan menjelajahi empat negara yang terkenal Indonesia, Jepang, Belanda dan Brazil. Di tiap tempat anak akan dibebaskan mengenal aneka tumbuhan, hewan dan aneka ciri khas di tiap tempat.
Dari keempat dekorasi negara, saya paling suka Jepang. Sakura Blossomnya bikin healing banget.
Bukan hanya itu, bunda dan ayah juga dapat berkonsultasi mengenai anak kepada para ahli mengenai cara mendidik anak dan asupan gizi terbaik untuk anak di stand-stand yang telah disediaakan. Anak-anak juga terlihat bersemangat berfoto dengan para burung khas brazil yang berwarna cerah mencolok atau berpose dalam balutan baju kimono khas negeri tirai bambu.


Share:

Monday, 9 May 2016

Pilih Realistis atau Idealis ??


Berawal dari ajakan seorang teman untuk ngebandrek, obrolanpun mengalir ngalor ngidul *kami berdua memang punya penyakit susah berhenti kalau sudah ketemu dan ngobrol* mulai dari ngomongin kerjaan, kontrakan, kuliahan, hal-hal yang ada disekitar kita, sampai akhirnya obrolan beralih pada topik yang agak serius 'pasangan dan masa depan'.

Nah, kami berdua punya satu kesamaan saat ini dan mungkin juga dialami sama semua perempuan indonesia yang usianya udah hampir-hampir kepala tiga, pertanyaan seputar "Kapan menikah?" dan sejenisnya.

Lantas apa hubungannya dengan judul yang saya pilih?

Tentu saja ada hubungannya dan itu menyangkut jawaban yang kami lontarkan malam itu. Jujur saja, saya termasuk tipikal yang suka sekali menggampangkan segala hal. Misalnya saya ditanya tentang siapa saya dua tahun mendatang? Maka jawaban yang mungkin muncul adalah perempuan 28 tahun.

Hanya itu?

Iya cuma itu, kan dua tahun lagi belum terjadi dan nggak ada siapapun yang tahu apa yang akan terjadi. Sesederhana itu dan sesimpel itu cara saya berfikir dan bertindak. Disaat orang lain punya mimpi yang sangat besar, saya hanya ingin menjalani hidup dan mencoba tetap bahagia.

Saya pesimis? Saya nggak punya ambisi?

Bukan. Tapi dulu saya pernah menjadi pibadi yang sangat ambisius. Semua serba direncanakan dan ada tenggat waktu untuk mencapai sebuah tujuan. Tapi saat segala sesuatu tidak terjadi seperti yang direncanakan, maka hasilnya adalah sakit hati. Dan sejak itu saya mulai menikmati saja kejutan-kejutan kecil yang saya peroleh setiap hari.

Nah balik lagi ke perkara obrolan saya dikala bandrekan. Saya dan teman akhirnya saling bertanya tentang pertanyaan yang sama "Apakah kau akan nikah tahun depan? Apa nikahnya bakalan sama ....?" *saya terpaksa menyensor kalimat demi privasi bersama. Eaakk..*

Dan jawaban kami berdua malam itulah yang akhirnya memunculkan istilah Realistis dan Idealis. Jawaban saya sangat realistis dan menggampangkan saja, segala sesuatunya tergantung pada takdir. "Lihat entar." menjadi kata pamungkas untuk semua persepsi dan segala kemungkinan.

Sedangkan sahabat saya malah lain, dia tahu apa yang dia inginkan sehingga dia takut jika dia mengambil keputusan yang salah, maka hidupnya tidak akan seperti yang dia bayangkan.

Namun ada yang membuat kami tergelak. Kedua jawaban itu akhirnya bermuara pada satu pertanyaan lain "Apakah kami sudah siap menikah?"

Tulisan ini hanyalah satu buah pengingat dan penanda, bagi saya dan mungkin bagi wanita-wanita lain. Apapun pilihan kita, bagaimanapun cara kita memandang pernikahan, semoga kita tidak memutuskan untuk mengakhiri masa lajang hanya karena desakan keluarga dan pertambahan usia. Meskipun pada beberapa kasus, hal tersebut tidak dapat terelakkan. Bahkan untuk orang-orang serealistis saya ataupun seidealis teman saya....
Share:

Wednesday, 4 May 2016

Antara Moralitas dan Mentalitas

Beberapa hari ini saya dibuat tercengang oleh banyaknya kasus kriminal yang terjadi dan melibatkan pelajar. Sebut saja kasus hilangnya seorang mahasiswi UGM yang ternyata dihabisi oleh petugas kebersihan kampusnya sendiri. Lalu kasus penganiayan seksual yang dialami oleh Yuyun, seorang pelajar SMP yang dilakukan oleh remaja yang diantaranya juga masih berstatus pelajar. Dan terakhir, yang terjadi di salah satu universitas muslim di Medan, Seorang mahasiswa tega menghilangkan nyawa dosennya sendiri.

Sekeras apapun saya berfikir, saya tetap tidak mampu memahami alasan pelaku untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap orang lain bahkan sampai menghilangkan nyawa seseorang. Tindak kekerasan dalam bentuk apapun tidak dapat dibenarkan baik itu dalam hukum dan juga norma sosial. Namun saat saya membaca berita-berita tersebut, entah mengapa saya merasa sangat terenyuh ketika menyadari bahwa uang hasil menggadaikan barang berharga korban ternyata digunakan untuk membeli susu bayi dan sepatu anak-anak. Saya jadi bertanya-tanya, sudah sedemikian sulitkah bertahan hidup di Indonesia tercinta ini?

Saya juga tertarik dengan salah satu artikel yang membahas tentang kasus Yuyun. Diketahui bahwa keempat belas pelaku melakukan kejahatan setelah berpesta miras dan melakukan tindakan kriminal dibawah pengaruh alkohol. Remaja-remaja yang seharusnya menjadi generasi penerus bangsa tidak bisa mengendalikan diri dan mentalnya rusak karena minuman keras. Pada artikel tersebut, beberapa netizen berkomentar bahwa pelaku tidak memperoleh didikan yang baik dari keluarga, hal tersebut mungkin saja benar, namun saya juga setuju dengan si penulis artikel yang mempertanyakan eksistensi minuman keras.

Ya, jika kita telisik lebih jauh, faktor pemicu kerusakan mental para pelaku adalah alkohol. Lalu siapa pihak-pihak yang memproduksi alkohol dan melakukan pembiaran terhadap produksi dan distribusi alkohol tersebut? Bukan hanya itu, keberadaan internet dan mudahnya akses ke berbagai situs dewasa juga menjadi salah satu perusak mental generasi muda. Lantas siapa yang harus bertanggung jawab atas pembiaran situs-situs seperti ini?

Lalu yang terakhir, tentang kejahatan yang dilakukan mahasiswa terhadap dosen. Banyak spekulasi yang beredar tentang alasan pelaku melakukan kejahatan, dan  apapun alasannya perbuatan menghilangkan nyawa seseorang adalah tindakan yang tidak termaafkan.

Namun di sini, saya hanya ingin mengingatkan kepada siapapun yang membaca tulisan ini, bahwa apapun tindakan yang kita lakukan, apabila tindakan tersebut melibatkan orang lain, maka kita harus memikirkannya secara cermat. Karena sesuatu yang kita anggap tidak penting, mungkin saja penting bagi orang lain dan sesuatu yang kita anggap tidak berharga, mungkin saja sangat berharga bagi orang lain. Begitupun kata-kata, yang kita anggap biasa saja, mungkin menyinggung dan melukai perasaan lawan bicara.

Ya, saat ini saya hanya ingin mengajak rekan-rekan untuk menundukkan kepala dan mengheningkan cipta sejenak untuk para korban yang terenggut hak hidupnya, semoga mereka yang ditinggalkan dapat ikhlas dan kita dapat mengambil pelajaran berharga, dan kejadian yang sama tidak akan terulang kembali
Share:

Tuesday, 3 May 2016

Murah Meriah Bikin Kenyang

Postingan ini seharusnya udah kelar sejak lama, tapi selalu gagal dengan berbagai macam alasan. Istilah ngebakso di kota Medan udah sangat umum ya. Mencari pedagang bakso dan mie ayam juga mudah. Mulai dari bakso ayam, bakso daging sampai bakso urat. Tapi menemukan bakso yang rasanya murah dengan harga terjangkau dan bikin kenyang alias porsinya nendang, itu lain ceritanya.

Gede kan ukuran baksonya, saya setiap liat foto ini bawaannya jadi laper terus
Nah, temen saya ada juga yang maniak bakso dan dia mengajak saya untuk mencicipi bakso yang menurutnya enak, murah dan porsinya bisa bikin kenyang. Ternyata penjualnya hanya menggunakan gerobak yang mangkal di salah satu gang kecil di depan hotel Aston. Kalau saya nggak salah ingat, gang nya itu diantara penjual mesin foto copy dan melalui gang itu bisa tembus ke jalan mesjid. 

Pokoknya gampang lah, kalau ada yang minat ngebakso di tempat yang sama, tinggal turun di depan hotel Aston, nyebrang dan tanya-tanya aja sama pedagang di sekita situ, pasti pada tau.

Kalau bicara rasa dan porsi, saya bisa bilang kalau temen saya ini bener. Rasanya gurih dan enak, porsi juga jumbo dengan potongan-potongan pangsit yang renyah. Perkara harga relatif sih, kalau menurut saya sah aja kalau semangkuk dibandrol sepuluh ribu, tapi untuk ukurang bakso gerobak, masih ada yang harganya cuma delapan bahkan enam ribu seporsi.

Padahal cuma makan bakso, tapi serius kali ekspresi si kawan kan ya?
Tapi agak was-was juga kalau ingin menikmati bakso di tempat ini. Permasalahannya, kita nggak pernah tau kapan saja si penjual meliburkan diri. Saya pernah kena zonk saat kepingin makan bakso aston ini, saat itu saya baru pulang hunting buku di titi gantung dan kepingin ngebakso, tapi setelah sampai ternyata gerobak baksonya nggak ada alias penjualnya cuti. 

Lemas lah saya, tapi nggak bisa berbuat apa-apa. Nggak mungkin kan saya ngamuk-ngamuk di jalan karena lapar. Intinya, kalau mau ngebakso di tempat ini, nggak boleh berekspektasi terlalu tinggi, karena kalau udah niat banget dan si abang bakso nggak jualan, sakitnya tuh nggak cuma di sini (nunjuk jantung) tapi di mana-mana, terutama bagian perut dan kepala.
Share:

Ad Banner

BTemplates.com

Powered by Blogger.

Sample Text

Text Widget

Contact Form

Name

Email *

Message *

Followers

Search This Blog

Video Of Day

Get to know me

About Us

Navigation-Menus (Do Not Edit Here!)

Newsletter

Subscribe Our Newsletter

Enter your email address below to subscribe to our newsletter.

Like This Theme

Flicker

Pages

Pages - Menu

Popular Posts

Popular Posts