Author Info

Tuesday, 16 August 2016

Eco Kids Playground

I have found the best way to give advice to your children is to find out what they want and then advise them to do it
Harry S Truman

Sejak beberapa bulan terakhir ini, saya jadi memiliki lebih banyak waktu bersama anak-anak. Saya bergabung dalam sebuah lembaga yang bergiat untuk kepentingan dan kesejahteraan anak. Saya bukanlah orang yang mudah bergaul dan mudah akrab dengan orang lain, namun dengan anak-anak? situasinya akan sangat berbeda.
Jadi kepingin ikutan main, serunya zaman anak-anak :D
Anak-anak memiliki cara mereka sendiri untuk menarik perhatian kita. Mereka polos, lincah, serba ingin tahu dan sangat atraktif. Meskipun beberapa anak yang saya temui ada juga yang pemalu dan menyendiri, namun hal tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi kita untuk mengenal kepribadian mereka. 

Beberapa bulan ini menjadi moment yang sangat berharga untuk saya, moment dimana saya mulai mengenal dunia anak. Masa dimana tidak ada kebohongan, mereka menyuarakan apa yang mereka inginkan, mereka melakukan apa yang mereka kehendaki dan masa-masa seperti ini menjadi saat yang paling penting dan berharga untuk tumbuh kembang mereka di masa yang akan datang.

Lantas apa yang menjadi kegelisahan saya sehingga tulisan ini akhirnya terangkai menjadi postingan di dalam blog saya?

Begini, anak-anak memiliki dunia yang kita sebut dunia imajinasi. Dalam dunianya, mereka bisa menjadi apa saja dan bertingkah menjadi siapa saja. Kita sebagai orang dewasa berperan untuk mengawasi, bukannya membatasi. Namun yang saat ini terjadi adalah kebalikannya, anak-anak cenderung dilarang melakukan apa yang mereka inginkan dengan dalih keselamatan. 
Bisa bayangin ga, labirin model begini, tapi terbuat dari jalinan botol bekas. Menarik kan?
Pada posisi ini, orang dewasa ada benarnya juga. Bagaimana mungkin mereka mengijinkan anak mereka berkeliaran di luar rumah sementara sepeda motor dan mobil silih berganti tiada hentin dan seringkali dengan kecepatan yang tidak terkendali. Orang dewasa juga pasti akan melarang anak-anaknya untuk berkeliaran di dalam rumah karena takut si anak akan bermain dengan perkakas elektronik yang rentan menyebabkan anak tersetrum.

Lantas apa yang selanjutnya menjadi jalan keluar yang biasanya orang dewasa/orang tua lakukan? Mereka akan membekali anakn dengan gadget yang katanya canggih dengan berbagai aplikasi yang dapat menyedot perhatian anak sehingga mereka akan melupakan dunia yang seharusnya mereka cintai. Anak akan mulai terhipnotis dan mulai melupakan interaksi sosial dan dapat duduk diam di samping orang tua yang merasa anaknya aman berada disampingnya.

Namun kenyataannya tidak seperti itu. Karena nyatanya, membatasi aktifitas bermain anak dan menstimulus anak dengan gadget di usia muda akan mempengaruhi kepribadian anak, baik secara mental maupun sosial.
Orang tua tetap bisa mengawasi sambil duduk santai di pinggiran playground yang juga terbuat dari ban bekas
Lantas saya mulai memikirkan alternatif yang mungkin dapat kita realisasikan bersama. Alternatif ini sangat sederhana dan dapat memecahkan tiga masalah secara bersamaan. Satu hal yang paling penting, yang wajib ada adalah sebidang lahan/lapangan datar dengan ukuran yang relatif (semakin luas maka akan semakin banyak anak yang dapat menikmati fasilitas ini. Sedangkan masalah yang dapat teratasi jika fasilitas ini benar-benar terwujud adalah memenuhi ruang terbuka bagi anak untuk berkreasi, belajar, bermain dan bersosial. Kedua, membantu mengatasi permasalah sampah yang juga menjadi masalah nasional hingga saat ini. Ketiga, apabila fasilitas ini dapat dikembangkan dengan baik, bukan tidak mungkin jika fasilitas ini juga dapat menjadi sumber pendapatan bagi sebagian  orang.

1. Ruang Terbuka Bagi Anak
Sangat sulit menemukan ruang terbuka yang ramah anak, hal ini saya utarakan bukan tanpa alasan. Dulu, saat saya masih kecil, saya masih ingat bahwa saya masih berkesempatan untuk bermain galasin dan pecah piring di lapangan sepak bola yang letaknya tidak terlalu jauh dari tempat tinggal orang tua saya. Saat ini, lapangan yang saya maksud sudah berganti menjadi bangunan-bangunan permanen yang diperjualbelikan (ruko).

Hal yang sama juga dialami oleh sepupu saya. Dulu, sangat mudah mencari lapak untuk bermain layang-layang, patok lele dan kelereng. Namun lokasi-lokasi strategis tempat kami dulu bermain sudah tidak ada lagi, sudah berubah wujud menjadi jalan raya dan area tower pemancar, tentu saja sudah sangat tidak layak menjadi tempat bermain anak. Oleh sebab itu, lahan terbuka sangat dibutuhkan terutama untuk memfasilitasi anak-anak bermain anak.
Semuanya dari barang bekas, nggak kalah keren kan?
2. Membantu Mengatasi permasalahan Sampah
Nah, bingung kan? Bagaimana mungkin taman bermain anak dapat mengatasi permasalahan sampah? Ya, sebelumnya saya hanya menjelaskan tentang lahan terbuka untuk anak saja, namun saya belum menjelaskan tentang media yang digunakan untuk memfasilitasi permainan anak. Jika selama ini kita mengenal beragam permainan anak ditaman hiburan yang didominasi peralatan berbahan dasar metal dan plastik/fiber. Maka kali ini kita dapat menggunakan beragan barang bekas sebagai media bermain anak.

Yang paling umum digunakan adalah limbah ban bekas yang dapat di cat dan dikreasikan menjadi beragam permainan yang menarik. Diantaranya jungkat-jungkit, ayunan, panjat dinding, permainan rintangan untuk anak, permainan tunggangan dsb. Selain itu, limbah botol plastik kemasan juga dapat dirangkai menjadi semacam partisi yang dapat dikreasikan menjadi labirin yang menarik untuk mengasah kecerdasan anak.

Cuma bahan botol, kawat dan bambu, jadi keren kan?
3. Sumber pendapatan
Jika dapat terwujud dan dikelola dengan baik, bukan tidak mungkin ide ini dapat menjadi bisnis baru yang bukan hanya dapat menghasilkan keuntungan materil namun juga bernilai edukasi bagi masyarakat. Konsep-konsep bank sampah yang didengungkan diseantero negeri dapat dikembangkan secara real di sini. Pengumpulan sampah layak daur ulang disimpan di dalam bangunan yang terbuat dari bahan daur ulang, lantas sampah-sampah layak daur ulang tersebut dikreasikan menjadi permainan edukatif bagi anak. Sedangkan untuk sampah organik, kita hanya perlu menyediakan wadah-wadah yang sudah diisi sekam dan disiram mol (agar tidak bau dan sampah mudah terurai), lantas pengunjung kita edukasi secara continue agar membuang sampah organik mereka langsung ke wadah-wadah yang disediakan.

Apa yang baru saja saya jabarkan adalah penggabungan konsep ide untuk mewujudkan sebuah taman bermain anak ramah anak dengan pemanfaatan media daur ulang sampah (Eco Kids Playground). Penjabaran dalam postingan ini terlihat sangat mudah dan sederhana, namun untuk merealisasikannya pasti butuh kerjasama berbagai pihak. Namun saya sangat yakin, untuk masa depan yang lebih baik, kita pasti mampu mewujudkannya. Karena saya sangat yakin, kita semua percaya bahwa masa kanak-kanak anak masa paling penting untuk membangun mental dan kepribadian generasi penerus bangsa.(*)

Share:

Wednesday, 10 August 2016

Kendalikan Luapan Banjir dengan Sumur Resapan

Belakangan ini saya memang lagi seneng-senengnya blog walking ke berbagai blog tetangga. Saya itu mulai suka belajar menulis dari blogger-blogger yang udah lebih lama aral melintang di dunia perbloggan (heleh bahasanya…) Nah, berawal dari blog walking, saya biasanya menemukan ide-ide baru dan terkadang juga jadi dapat informasi lomba yang memang diperuntukkan bagi penulis blog. Salah satunya yang diadakan oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Ini ilustrasi dari ilmuternak.weebly.com (saya paling nggak bisa menggambar)
Saat membaca dan mencoba memahami lomba yang berkaitan dengan pengembangan infrastruktur daerah ini, saya sontak langsung bersorak-sorai (tapi dalam hati aja, nggak mungkin juga tereak-tereak tiba-tiba, bisa dianggap gila sama seisi rumah). Saya girang bukan tanpa alasan, saya girang karena merasa bahwa saya akhirnya memiliki wadah untuk curhat dan membagi keresahan terkait daerah tempat saya bermukim saat ini.

Saat ini saya bermukin di belawan, masih merupakan bagian dari kota Medan tapi letaknya paling ujung dan berdekatan dengan pelabuhan Belawan. Belawan ini sejak dulu sampai sekarang sangat rentan dengan yang namanya banjir rob. Nah, buat yang belum familiar dengan istilah ini, banjir rob itu banjir yang disebabkan oleh pasang laut. 
Ini juga ilustrasinya ngambil dari blog tetangga bebasbanjir2025.wordpress.com
Belawan memang sangat dekat dengan laut, namun letaknya tidak sampai berdampingan. Pasang laut yang saya maksud, bukan berarti air pasang meluap seketika dan menerjang rumah-rumah, bukan seperti itu. Lebih tepatnya, dua kali sebulan belawan akan mengalami banjir (pasang). Air biasanya akan meluap melalu parit-parit di sisi jalan, yang tujuan awalnya dibuat untuk saluran pembuangan air (drainase). Namun pada kenyataannya, parit-parit inilah yang menjadi media meluapnya air.

Di belawan, banjir/pasang bukanlah pemandangan yang janggal. Air biasanya menggenangi jalanan setinggi mata kaki hingga betis. Namun belakangan ini, banjir semakin menjadi-jadi bahkan hingga sepaha orang dewasa. Sudah dapat dibayangkan lah ya, berapa banyak rumah warga yang terendam. Meski begitu, hal ini tidak terblow up di media massa karena banjir/pasang tidak menggenang dalam waktu lama. Biasanya air akan meluap mulai pukul 2 siang hingga mencapai ketinggian tertentu dan surut dengan sendirinya pada pukul 4 atau 5 sore pada hari yang sama dan akan berulang selama 4-7 hari berturut-turut.

Bisa dibayangkan betapa stressnya masyarakat yang tinggal di daerah setempat (termasuk saya). Beberapa cara penanggulangan yang sudah pernah dilakukan warga secara mandiri adalah menimbun rumah dan membentengi halaman rumah dengan pagar batu agar air pasang tidak memasuki rumah. Namun hal tersebut juga tidak berdampak signifikan karena timbunan rumah hanya akan bertahan beberapa bulan hingga akhirnya air akan kembali masuk, baik dari secara langsung maupun merembes dari celah-celah retakan lantai dan dinding.
Alternatif yang oke dari 19design.files.wordpress.com
Pemda setempat juga sempat mengambil inisiatif untuk menimbun jalan, namun dampaknya malah lebih buruk. Karena jalan raya lebih tinggi dari pemukiman warga, maka pasang dengan santai dan lebih leluasa membanjiri dan menggenangi rumah-rumah. 

Lalu kesempatan berbagi informasi tentang pengembangan infrastruktur ini mengingatkan saya mengenai pembuatan sumur resapan di daerah karo yang pernah saya lihat dan dokumentasikan proses pembuatannya. Saya rasa metode seperti itu bisa jadi alternative yang baik. 

Jadi kan ya, dapat dibuat sumur resapan seluas 3x3 meter dengan kedalaman 7-10 meter. Pada bagian bibir sumur hendaknya disemen setinggi 1 meter agar bibir sumur lebih kokoh dan tanah tidak lungsur. Lalu bagian atas ditutup dengan penampang berjaring, lalu ditutup kembali dengan tripleks tebal untuk mencegah warga terperosok. 

Selain sumur resapan,daerah Belawan, bisa juga dibuat kolam resapan agar daya tampung air banyak. Karna di Belawan yang harus diatasi adalah banjir rob, maka air yang harus dikandalikan memang lebih banyak dan debitnya airnya datang dengan cukup cepat, maka penampang air untuk menampungnya memang harus lebih besar.

Sumur resapan ataupun kolam resapan, semoga bisa menjadi alternative paling sederhana untuk membantu tanah meresap air lebih cepat. Karena pada kenyataannya, tingginya pengembangan industri dan properti sangat mempengaruhi menyempitnya lahan resapan air di Belawan. Oleh sebab itu, jika luas penampangnya sudah mulai menipis, ada baiknya kita membuat solusi dengan membantu tanah melakukan tugasnya meresap air dengan cara menambah penampang resapan di sekeliling sumur. Semoga hal ini dapat terwujud dan banjir serta pasang di berbagai tempat di negeri ini (termasuk Belawan ya…) dapat diatasi dengan cara yang baik dan cerdas.
Share:

Ad Banner

BTemplates.com

Powered by Blogger.

Sample Text

Text Widget

Contact Form

Name

Email *

Message *

Followers

Search This Blog

Video Of Day

Get to know me

About Us

Navigation-Menus (Do Not Edit Here!)

Newsletter

Subscribe Our Newsletter

Enter your email address below to subscribe to our newsletter.

Like This Theme

Flicker

Pages

Pages - Menu

Popular Posts

Popular Posts