Author Info

Saturday, 24 November 2018

Media Sosial - Kemajuan Technologi yang Memundurkan Peradaban?

Bicara tentang sosial media seringnya memang suka bikin saya bingung. Kalau bicara perkembangan zaman, sosial media memang sebuah penemuan yang sangat hebant dan memudahkan manusia terutama untuk berkomunikasi. Coba saja dibayangkan, bertahun-tahun lalu, mana mungkin kita bisa membayangkan bisa bertegus sapa dengan seseorang yanga ada di belahan bumi lain hanya dengan memandang layar kamera.

Kita hanya akan terjebak dalam imajinasi dan tidak akan bisa benar-benar mengetahui keadaan suatu tempat, jika kita tidak punya cukup uang untuk bertandang ke tempat tersebut. Dengan adanya sosial media, semua kemewahan itu dapat kita miliki dengan mudahnya, hanya bermodal ponsel pintar dan jaringan internet. Sangat sangat mudah.

Namun ternyata, kemudahan ini juga membawa banyak dampak yang mengkhawatirkan terutama untuk orang muda. Dengan segala keingintahuan yang membuncah dan minimnya pengamanan saat mengakses internat, memungkinkan semua orang dari segala latar belakang dan usia mencari informasi apa saja baik itu informasi positif maupun negatif.

Sosial media yang awalnya diciptakan untuk berbagi informasi dan memudahka komunikasi juga membuat masyarakat terutama anak muda latah dalam menggunakannya, kita dengan mudahnya memposting berbagai kegiatan dan membagikan berbagai informasi pribadi kepada seluruh dunia tanpa sedikutpun merasa khawatir terhadap privasi yang kita miliki.

Lucunya, Media Sosial yang awalnya bertujuan mendekatkan manusia malah membuat jarak antar manusia. Bagaimana tidak, kita merasa sudah cukup dengan bertegur sapa lewat media sosial, tidak perlu bertatap muka dan berjabat tangan. Cukup ketikkan kalimat sapaan dan kirimankan emotikon untuk meminta maaf atau mengucapkan selamat, kita tidak merasa perlu untuk datang bertukar pandang. Tanpa mereka sadari, tiap individu menjadi individualis dengan sendirinya .

Saya saat ini bekerja untuk salah satu lembaga yang fokus mengkamoanyekan isu-isu hak anak dan pemberdayaan masayakat untuuk pemenuhan hak anak, salah satu materi yang paling banyak diulas dan dikembangkan adalah p[erkembangan sosial media dan dampaknya kepada masyarakat terutama anak-anak.

Saya bahkan pernah iseng-iseng mengajak adik saya untuk membuat video pendek tentang pendapat anak-anak tentang sosial media dan game online. Anak-anak dengan gamblang menyampaikan ketertarikan dan kecanduan mereka terhadap kedua hal tersebut, kebosanan akan rutinitas menjadi salah satu faktor pendorong mereka terdistraksi oleh media sosial.

Pada pertemua-pertemua yang lain dengan anak, saya juga menyadari bahwa anak-anak menjadikan sosial media sebagai ajang menunjukkan eksistensi. Seringkali mereka merekayasa kenyataan dan menampilkan diri mereka yang glamor pada sosial media masing-masing, nyatanya sosial media buka  lagi menjadi tempat berkominikasi yang sehat, namun hanya wadah untuk mengumbar kebohongan yang lantas berujung pada cyber bulling yang dampaknya bisa sangat berbahaya.

Jika sudah begini, sebentuk kemajuan teknologi yang awalnya dimaksudkan untuk sebuah kebaikan malah berdampak mengerikan dan bahkan memundurkan peradaban. Peran orang tua dan pengendalian diri dalam menggunakan dan memanfaatkan perkembangan zamanpun menjadi sesuatu yang harus dan wajib dimiliki setiap individu.

Share:

Friday, 23 November 2018

Saya dan Blogger Perempuan

Bareng blogger kece pemilik akun Perempuannovember.com
Saya akui kalau saya sudah ngeblog sejak bertahun-tahun yang lalu, bahkan sebelum teman-teman saya yang pada akhirnya memutuskan untuk nyobain sensasi serunya ngeblog. Tapi saya juga harus jujur bahwa saya tidak pernah konsisten dalam menulis. Sering kali saat sedang rajin, saya akan memposting banyak tulisan dalam satu hari, namun setelahnya berbulan-bulan vakum.

Dari sekian banyak teman-teman saya yang akhirnya memutuskan untuk banting stir atau sekedar coba-coba ngeblog -dan kebanyakan dari mereka adalah perempuan-, salah staunya yang paling konsisten mengelola blognya adalah pemilik akun perempuannovember.com. Kami pernah berada pada satu universitas yang sama meski beda stambuk, jurusan bahkan fakultas, namun kami sama-sama suka menulis dan meleburkan diri di salah satu komunitas kampus bernama Kreatif.

Berdua dengan dia, kadang bersama dengan beberapa teman lain yang sama gilanya, kami mencoba berbagai hal dan menuliskannya dalam karya. Namun sejauh yang saya ketahui, dia akan tetap rajin mengupdate blognya disela-sela kegilaan kami. Darinya juga saya mengenal bloggerperempuan.

Sejak awal mengenal blogger perempuan, saya sudah sangat tertarik untuk bergabung. Namun saya baru melakukannya berbulan-bulan kemudian, itupun hanya mengikuti akun instagram nya saja.

Buat saya, blogger perempuan menjadi wadah yang sangat menarik bagi siapa saja yang tertarik menulis, apakah menulis hanya untuk diri sendiri, atau menulis untuk dibagi melalui blog, keberadaan blogger perempuan tetaplah menjadi wadah yang baik. Banyak informasi dan membuka wawasan dan memperkaya tulisan. Selain itu, blogger perempuan juga sering mengadakan kegiatan yang memungkinkan para blogger untuk saling mengenal secara virtual. Saling berbagi cerita dan belajar caranya mengembangkan blog yang saat ini dikelola.

Salah satu alasan saya bergabung, juga untuk meningkatkan konsistensi saya menulis. Saya tidak ingin terjebak dalam rutinitas kantor yang membuat saya melupakan kesenangan saya menulis. Saya juga tidak ingin hanya menulis karena tuntutan kerjaan, saya ingin tetap bisa menikmati saat-saat menulis untuk diri saya sendiri, untuk kepuasan sendiri.  
Share:

Thursday, 22 November 2018

Kenapa Kamarkedua??

Tekadang kita tidak mengenal diri sendiri...

Mengikuti  BPN 30 Day Blog Challenge ternyata tidak semudah yang saya bayangkan. Sudah sangat keteteran dalam menulis, ditambah lagi dengan tema-tema yang harus digarap. Its not totally easy by the way. Ditambah lagi dengan padatnya aktivitas kantor di penghujung tahun 2018.

Lalu, tulisan berikutnya yang harus saya rampungkan demi melanjutkan tantangan adalah "kenapa memilih nama blog yang sekarang?"

Sama seperti tulisan sebelumnya Napak tilas menulis blog, saya harus flashback ke bertahun-tahun yang lalu, dan itu sudah sangat lama sekali. Namun saya ingat, dibeberapa tulisan saya, terutama puisi, saya membubuhkan kata kamarkesekian untuk setiap tulisan. Kamar ke sekian itu mengacu pada tempat dimana saya menulis sebuah karya, bisa jadi kamarkedua, kamarketiga, kamarketujuh dan seterusnya. Tergantung dimana karya itu lahir.

Saya yakin, nama blog ini pun awalnya mengacu pada hal itu, namun secarah lebih universal, saya menganalogikan Kamarkedua sebagai sebuah tempat yang bisa menerima saya yang lain -saya yang bukan saya- eakk.....

Kamarkedua punya makna yang kuat buat saya, karena saya bisa melakukan/menulis apa saja di dalamnya. Saya yang menutup diri, saya yang rapuh, saya yang kasmaran, saya yang nelangsa, saya yang menyebalkan, ya kamarkedua bisa menjadi tempat dimana saya sendirian hanya berteman secangkir kopi, semangkuk es krim atau setangkup burger keju dengan daging ukuran besar yang mungkin akan saya sesali keesokan harinya..

Share:

Wednesday, 21 November 2018

Tak Mampu Berpaling dari Makanan Enak dan Segala yang Lucu

Blog walking makanan korea, terinspirasi buat nyoba. Ini toppoki modifikasi, pake bumbu sambalado :D
Masih dalam rangka memenuhi tantangan 20 days chalange-nya bloggerperempuan.co.id, tulisan kali ini akan membahas tentang tema blog yang bikin saya paling suka lupa waktu saat blog walking. Yap, seperti foto yang terpampang di awal tulisan ini, saya paling suka membaca review makanan, apalagi makanan unik yang berasal dari berbagai daerah di berbagai belahan bumi tercinta ini.

Saya juga bingung sekaligus pasrah karena kecintaan saya pada makanan. Tapi bukan kecintaan seperti yang ditunjukkan oleh Victor Huga di film ratatouille, yang hanya mengapresiasi makanan enak dan keren. Kecintaan saya terhadap makanan lebih sederhana, saya suka segala jenis makanan apapun bentuk dan rupanya (meskipun tidak semua makanan saya bisa makan ya)

Iya bener, Ini rambutan biasa aja kok, tapi saya tetep aja gatel buat motoin :D
Jadi, saat blog walking dan menemukan blog yang membahas makanan, terlepas dari itu blog icip-icip atau blog resep, saya akan betah berlama-lama membuka satu persatu tulisan yang dipublish di blog tersebut. Kadang saya akan menunjukkan beberapa resep ke emak tercinta dan emaklah yang merealisasikannya dalam bentuk nyata dan saya dengan hati bahagia akan mengambil ponsel dan memotretnya (ya, saya emang lebih terobsesi memotret daripada memakan makanannya.). I ever told my freiends that i can't help my self if i see food in front of my face :D

Selain makanan, saya juga bisa sangat terobsesi dengan pernak-pernik handmade yang bentuknya lucu-lucu. Nah kalau untuk tema ini, saya lebih sering buka-buka blog berbahasa asing, karena mereka cenderung lebih rela memberikan tutorial yang lengkap.

Hasil menduplikasi tutorial di blog kece. Patternnya cuma yang cewek sih, yang cowok hasil modif :D
Beberapa kali bahkan saya sempat mencoba mengikuti tutorial dan merasa happy sekali saat berhasil dengan hasil yang memuaskan. Tapi itu dua tahunan yang lalu sih, saat saya masih punya banyak waktu luang. Kalau sekarang, bisa blog walking disela-sela rutinitas saja sudah sangat bersyukur.

Blogwalking itu sebenarnya mirip banget dengan mencari harta karun. Kita nggak pernah tau apa yang mungkin akan kita baca dan temukan. Saya nggak punya referensi blog khusus, hanya find and see aja. kadang-kadang saya cari key word untuk makanan dan handmade tutorial, lalu saya mulai pilih beberapa akun blog yang menarik, and its fun by the way :D

Share:

Tuesday, 20 November 2018

Napak Tilas Menulis Blog

Nggak tau wise word ini siapa yang mencetuskan pertama kali, but this is so true

Ya.. Jika pertanyaannya apa alasan saya ngeblog pertama kali, ini akan jadi pertanyaan yang sulit dijawab karena saya harus ngecek dulu, kapan pertama kali saya memutuskan untuk ngeblog.

Jujur saja saya sudah lupa, kapan tepatnya saya ngeblog pertama kali dan apa isi postingan pertama saya. Namun saya bisa pastikan bahwa saya tetap setia dengan satu blog ini saja sejak awal sampai sekarang (yang bener, saya itu moody sekali saat menulis :D, jadi satu blog saja tidak sanggup saya kelola dengan baik :D)

Ya... saya sudah cukup lama memutuskan untuk membuat blog pribadi dan itu berawal dari kesukaan saya menulis. Ya, saya suka menulis puisi dan cerpen yang saya oret-oret diatas kertas buram dan buku pelajaran. Setelah zaman bergerak dan saya mampu menggunakan komputer, saya mulai suka memindahkan tulisan saya dalam bentu softcopy (zaman dulu flashdisck itu barang mahal, jadi saya menggunakan disket untuk menyimpan data)
Nah, anak-anak era 90an pasti tau lah apa kelemahan entitas yang biasa disebut disket ini. Tidak ada seorang pun bisa menjamin berapa lama data yang tersimpan di dalam si disket akan bertahan. Bahkan pernah sekali waktu, saya baru saja mengcopy data dan saat saya cek kembali, si disket ini error alias rusak alis koit. padahal baru sekali dipakai (kalau bisa disebut begitu :D)

Jadi bisa dibayangkan lah tulisan stensilan saya tidak punya rumah yang permanen dan aman untuk menetap, karena kertas bisa koyak dan tercecer dimana-mana, sementara disket yang diharap dapat menjadi oase, lagi-lagi hanya PHP tak berkesudahan (eakk.....)
 
Lalu saya mulai berkenalan dengan yang namanya blog dan langsung tertarik. Bermodal nekat dan uang 4 ribu perak buat warnetan saat itu, saya mengunjungi salah satu warung internet (warnet) dan mulai klak klik sana sini buka google cari tutorial dan taraaa...... jadilah si kamar kedua ini....
 
Berawal dari keinginan untuk merumahkan karya-karya, blog ini lumayan sering berubah fungsi sesuai perubahan hati saya yang tidak menentu   (eakkkkk.....apa sih saya hari ini :D) 
Blog ini pernah saya jadikan tempat untuk promosi penerbitan saya yang karam sebelum layar terkembang. Kalau kawan-kawan nggak percaya boleh di cek postingan jadul saya di sini Mengulas Terbitan Mataniari
 
Tidak hanya itu, pernah juga saya menjadikan blog ini sebagai tempat memulai bisnis yang sempat saya tekuni hampir setahun Pernak-pernik lucu dan murah  , saya juga pernah berniat untuk menjadikan blog ini khusus mengulas makanan dan info wisata. Tapi pada akhirnya, kamarkedua kembali menemukan wujud sejatinya sebagai personal blog untuk menampung isi kepala saya yang random (nanti saya akan cerita lebih banyak tentang ini dipostingan berikutnya ya...)
 
Oh ya, omong-omong terkait kutipan wise word yang namplok di awal tulisan, saya nggak sengaja nemu dan dengan sekonyong-konyong langsung suka dan merasa bahwa kutipan itu bener banget. Kamarkedua sebagai personal blog juga saya harap bisa menampilkan hal ini, meskipun seringnya masih jauh panggang dari api, karena kemoodyan saya yang luar biasa parah. Hal itu juga yang bikin kamarkedua sering kali mengalami mati suri untuk waktu yang tidak dapat diprediksi. 
 
Berharap bisa ketemu banyak blogger kece yang bisa kasi saya advise agar blog saya nggak kembali mati suri T_T
Yah begitulah, saya harap 20 days chalange ini bisa membantu saya menghidupkan kembali blog tersayang yang telah colaps selama setahun lebih ini.. Smanggatttt....
 
Share:

Tuesday, 5 June 2018

Its Time To Talk - Saatnya Anak Berdialog Bersama Para Pemangku Kepentingan

Lindungi anak dari pekerjaan berbahaya, kekerasan dan pelecehan seksual. Saat ini, ada banyak anak yang dipekerjakan lalu mendapat kekerasan dari majikannya, terutama anak-anak yang bekerja di cafe dan di spa, anak-anak ini akan sangat rentan mendapatkan pelecehan seksual dari orang dewasa.


Pernyataan diatas diungkapkan oleh Arvina Sinaga, salah seorang anak yang berkesempatan berdialog bersama perwakilan kementrian di gedung kementrian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (KPPPA). Pada kesempatan ini, Arvina datang bersama tiga orang rekannya yang tergabung dalam komite penasehat anak untuk anak yang bekerja, mereka adalah Yudha Ramadhana  Armanda, Ruth Kesia Simatupang dan Fauza Ananda.

Komite penasehat anak sendiri adalah sekelompok anak-anak yang bekerja namun memiliki motivasi dan semangat maju dan melangkah menggapai mimpi mereka. Komiti penasehat anak adalah bagian dari kampanye It’s Time To Talk yang digagas oleh Kinder Not Hilfe, TDH dan Save The Childrend, dan telah dilaksanakan di 36 Negara. Untuk wilayah indonesia, Kampanye it’s Time To Talk bekerja sama dengan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak Medan (PKPA) untuk mengupayakan pemenuhan hak-hak anak terutama anak yang bekerja.

Pada dialog Nasional di Kementrian PPPA yang dihadiri oleh perwakilan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementrian Luar Negeri, Kementrian Sosial, Kementrian Ketenagakerjaan, Bappenas, Forum Anak Nasional dan beberapa lembaga anak nasional, keempat perwakilan anak menyampaikan alasan utama yang menyebabkan mereka harus bekerja. Selain itu, keempat perwakilan anak juga menyampaikan pesan kunci yang telah mereka diskusikan bersama seluruh anggota komite penasehat anak yang lain di Medan.

Akhiri pekerja anak, karena kalau anak bekerja akan menimbulkan dampak negative. Berkurangnya kesehatan, tidak dapat bermain, belajar dan beristirahat serta dapat mengancam pendidikan.” Ujar Yudha. Sedangkan Fauza dan Kesia lebih banyak menyampaikan harapan anak-anak terkait pemenuhan dan pemerataan fasilitas dan layanan kesehatan dan pendidikan di masyarakat.”

Ibu Rini Handayani selaku Asdep Perlindungan Anak Kementerian PP-PA menyampaikan bahwa seluruh dinas terkait tidak boleh bekerja sendiri-sendiri dan harus dapat bekerja sama dan berkordinasi dalam upaya penghapusan pekerja anak. Beliau juga menjelaskan bahwa sudah ada upaya dari pemerintah untuk tetap melakukan regulasi melalui kebijakan terkait kekerasan terhadap anak. Selain itu, memberikan penguatan pada keluarga juga dianggap perlu, agar keluarga menganggap bahwa anak adalah investasi masa depan, jadi harus dilindungi dan dijaga agar anak tetap mendapat pendidikan dan terhindar dari eksploitasi dan kekerasan. (*)
 

Share:

Ad Banner

BTemplates.com

Powered by Blogger.

Sample Text

Text Widget

Contact Form

Name

Email *

Message *

Followers

Search This Blog

Video Of Day

Get to know me

About Us

Navigation-Menus (Do Not Edit Here!)

Newsletter

Subscribe Our Newsletter

Enter your email address below to subscribe to our newsletter.

Like This Theme

Flicker

Pages

Pages - Menu

Popular Posts

Popular Posts