Author Info

Tuesday, 5 June 2018

Its Time To Talk - Saatnya Anak Berdialog Bersama Para Pemangku Kepentingan

Lindungi anak dari pekerjaan berbahaya, kekerasan dan pelecehan seksual. Saat ini, ada banyak anak yang dipekerjakan lalu mendapat kekerasan dari majikannya, terutama anak-anak yang bekerja di cafe dan di spa, anak-anak ini akan sangat rentan mendapatkan pelecehan seksual dari orang dewasa.


Pernyataan diatas diungkapkan oleh Arvina Sinaga, salah seorang anak yang berkesempatan berdialog bersama perwakilan kementrian di gedung kementrian pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak (KPPPA). Pada kesempatan ini, Arvina datang bersama tiga orang rekannya yang tergabung dalam komite penasehat anak untuk anak yang bekerja, mereka adalah Yudha Ramadhana  Armanda, Ruth Kesia Simatupang dan Fauza Ananda.

Komite penasehat anak sendiri adalah sekelompok anak-anak yang bekerja namun memiliki motivasi dan semangat maju dan melangkah menggapai mimpi mereka. Komiti penasehat anak adalah bagian dari kampanye It’s Time To Talk yang digagas oleh Kinder Not Hilfe, TDH dan Save The Childrend, dan telah dilaksanakan di 36 Negara. Untuk wilayah indonesia, Kampanye it’s Time To Talk bekerja sama dengan Pusat Kajian dan Perlindungan Anak Medan (PKPA) untuk mengupayakan pemenuhan hak-hak anak terutama anak yang bekerja.

Pada dialog Nasional di Kementrian PPPA yang dihadiri oleh perwakilan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Kementrian Luar Negeri, Kementrian Sosial, Kementrian Ketenagakerjaan, Bappenas, Forum Anak Nasional dan beberapa lembaga anak nasional, keempat perwakilan anak menyampaikan alasan utama yang menyebabkan mereka harus bekerja. Selain itu, keempat perwakilan anak juga menyampaikan pesan kunci yang telah mereka diskusikan bersama seluruh anggota komite penasehat anak yang lain di Medan.

Akhiri pekerja anak, karena kalau anak bekerja akan menimbulkan dampak negative. Berkurangnya kesehatan, tidak dapat bermain, belajar dan beristirahat serta dapat mengancam pendidikan.” Ujar Yudha. Sedangkan Fauza dan Kesia lebih banyak menyampaikan harapan anak-anak terkait pemenuhan dan pemerataan fasilitas dan layanan kesehatan dan pendidikan di masyarakat.”

Ibu Rini Handayani selaku Asdep Perlindungan Anak Kementerian PP-PA menyampaikan bahwa seluruh dinas terkait tidak boleh bekerja sendiri-sendiri dan harus dapat bekerja sama dan berkordinasi dalam upaya penghapusan pekerja anak. Beliau juga menjelaskan bahwa sudah ada upaya dari pemerintah untuk tetap melakukan regulasi melalui kebijakan terkait kekerasan terhadap anak. Selain itu, memberikan penguatan pada keluarga juga dianggap perlu, agar keluarga menganggap bahwa anak adalah investasi masa depan, jadi harus dilindungi dan dijaga agar anak tetap mendapat pendidikan dan terhindar dari eksploitasi dan kekerasan. (*)
 

Share:

Ad Banner

BTemplates.com

Powered by Blogger.

Sample Text

Text Widget

Contact Form

Name

Email *

Message *

Followers

Search This Blog

Video Of Day

Get to know me

About Us

Navigation-Menus (Do Not Edit Here!)

Newsletter

Subscribe Our Newsletter

Enter your email address below to subscribe to our newsletter.

Like This Theme

Flicker

Pages

Pages - Menu

Popular Posts

Popular Posts